PREVIEW BUKU PINTAR SOFT SKILL

saeful Zaman

Saeful Zaman

Preview

BUKU PINTAR SOFT SKILL

2 PERSIAPAN & 10 LANGKAH MELEJITKAN KESUKSESAN

 

 

Persiapan Pertama

Ubah Paradigma

(Tentang Soft Skill)

Meraih apa yang diharapkan, diinginkan, dicita-citakan adalah dambaan setiap insan manusia dalam kehidupan ini. Hidup yang menanjak progresif dalam semua lini kehidupan: kesehatan yang paripurna, ilmu bertambah, keahlian meningkat, relasi meluas, harta semakin banyak, sikap makin bijaksana, keyakinan religi menguat, keluarga lebih harmonis, persis seperti sebuah dongeng dari negeri kahyangan, yang hanya ada dalam mimpi, milik orang lain saja.

Kabar baik! Ternyata semua itu ada dalam realita, menjelma dalam kenyataan. Bahkan sebenarnya, kita semua sedang berproses ke arah melejitnya diri. Perbedaannya adalah, adanya kesadaran bahwa dirinya memiliki potensi besar yang bisa mewujud dalam realita, dan yang menganggap bahwa dirinya hanya seonggok daging yang sedang menjalani skenario yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Anda pasti ingin meraih keberhasilan dan kebahagiaan kehidupan ini. Dan setiap orang di duniapun pasti menginginkan demikian. Namun pada kenyataannya, ada yang telah berhasil meraihnya dan ada pula yang belum berhasil atau bahkan telah merasa gagal dalam upayanya meraih target-target capaian penting dalam hidupnya. Faktor penting yang sering terabaikan adalah tidak terolahnya keterampilan lunak (soft skill) dalam dirinya.

Soft Skills berperan dalam dua per tiga dari serangkaian kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan, dimana satu per tiganya lagi adalah Hard skill. Dari pembagian ini saja bisa dilihat secara sederhana bahwa soft skill memiliki peran yang lebih banyak dibandingkan hard skill. Soft skills merupakan aktualisasi kecerdasan emosi, yang dasarnya terbagi ke dalam dua bagian, yaitu kompetensi intrapribadi dan interpribadi. Secara definisi dapat diuraikan sebagai berikut:

Hard Skill : Kompetensi profesional, yaitu kemampuan kita untuk menjalankan profesi tertentu.

Soft Skill :

  1. Kompetensi intrapersonal, yaitu kemampuan kita untuk mengenal dan mengendalikan diri sendiri. Kompetensi ini terdiri dari : pemahaman tentang sukses, evaluasi diri, citra diri, goal setting, motivasi diri.
  2. Kompetensi interpersonal, yaitu kemampuan kita untuk bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. kompetensi ini terdiri dari : pengendalian emosi, rasa percaya diri, komunikasi asertif, komunikasi, human relation dan kepemimpinan.

Dari penjelasan di atas dapat dengan mudah kita umpamakan posisi hard skill sebagai “password” dan soft skill sebagai isinya. Buku ini akan mengurai secara detil dan praktis langkah-langkah yang bisa Anda lakukan agar dapat mengoptimalkan potensi soft skill Anda baik di bidang Kesehatan, Kompetensi diri, Spiritual, Keluarga, Karir, Sosial, Keuangan, maupun Kesenangan.

 

Persiapan Kedua

Belajar

 

Persiapan kedua, adalah persiapan yang masih berada dalam tataran konseptual. Hal ini dimaksudkan agar Anda betul-betul menyadari bahwa langkah-langkah yang akan dijalani ini adalah langkah-langkah cerdik, sehingga membutuhkan persiapan yang cerdik pula. Banyak orang yang tidak mendapatkan apa-apa setelah orang tersebut belajar, atau hasil belajarnya tersebut tidak membawa dampak yang cukup berarti bagi proses kehidupan yang lebih baik. Maka, saya akan uraikan seluk beluk tentang proses belajar, sejenak kita akan belajar tentang “belajar”.

Kita belajar berbicara, membaca, menulis, memasak, dan masih banyak hal yang lain yang kita pelajari. Belajar bukan terbatas pada saat atau waktu suatu pendidikan berlangsung, melainkan merupakan bagian dari keseluruhan hidup kita. Belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup.

 

1# Ranah Intrapersonal Skill

Langkah Pertama

Maknakan Konsep “Sukses” Secara Proporsional

Kesuksesan akan selalu identik dengan apa yang dituai. Kenyamanan dan kebahagiaan hanya akan hadir jika di sekitar dikelilingi dengan taburan emas dan berlian, meskipun itu jarang terjadi. Tidak salah dengan pandangan tersebut, bahwa kesuksesan seseorang diukur dengan apa yang kita lihat terhadap apa yang mereka miliki sehingga mendatangkan kebahagiaan dan kenyamanan hidup. Bahkan kita wajar untuk menghargainya sebagai kesuksesan dan keberhasilan. Namun kita keliru, jika kecemburuan dalam bentuk iri hati membenih dalam diri kita lalu tiba-tiba kita ingin hidup seperti mereka. Kita serta merta ingin menjadi seperti mereka. Kemudian kita lupa dengan sejumput pengalaman yang telah membuat kita bahagia. Kita enyahkan pengalaman-pengalaman kebahagiaan dalam hidup kemudian yang hadir adalah ingatan-ingatan kelemahan kita lantaran kita membandingkannya dengan mereka. Tidak salah juga membandingkan diri kita dengan diri orang lain. Hal itu sangat wajar dan sangat perlu sekali. Persoalannya, kita sering keliru meletakkan tujuan dan cara dalam membandingkan diri kita dengan orang lain.

Langkah Kedua

UPDATE HASIL EVALUASI DIRI

Pernahkah Anda menonton balap mobil formula satu? Di pertengahan selalu ada yg namanya pit-stop. disitu saatnya isi bahan bakar, ganti ban, sekaligus mengatur strategi ulang. Dalam kehidupan juga begitu. Ada saatnya kita hentikan sejenak segala rutinitas kehidupan yang kita jalani sehari-hari. Mengingat kembali, apa yang sudah dilakukan, kenapa itu dilakukan, dengan cara apa itu dilakukan, untuk apa itu dilakukan, dan hasilnya bagaimana. Lantas ke depan, apa yang kita harapkan, akan melakukan apa, dengan cara apa. Inilah inti dari proses evaluasi diri. Untuk memudahkan pembahasan, saya uraikan dalam bentuk pointer di bawah ini.

Tujuan evaluasi adalah

  • Mengenali potensi diri.
  • Memberi arah pengembangan diri yang tepat.
  • Meningkatkan citra diri (self image) dalam pandangan diri sendiri.

 

Langkah Ketiga       

CITRA DIRI

            Perbedaan sering muncul antara gambaran kita mengenai diri kita sendiri (Gambaran Diri/Nyata) dan gambaran orang lain akan diri kita (Gambaran Diri Menurut Orang lain), dan dengan gambaran diri yang kita inginkan (Gambaran Diri Ideal). Jika gambaran-gambaran tentang diri kita ini terlalu jauh berbeda satu sama lain, meka keadaan tersebut akan mengancam ketentraman jiwa kita. Terutama Gambaran Diri Nyata dan Gambaran Diri Ideal, tidak boleh terlalu jauh berbeda.

            Gambaran Diri yang telah terbentuk, biasanya akan kita pertahahkan dan tidak mudah berubah, baik yang positif maupunu yang negatif. Seorang laki-laki yang menganggap dirinya selalu berhasil dalam merayu wanita, jika satu kali ia gagal, maka ia akan menganggap kejadian itu sebagai perkecualian. Atau jika seseorang menganggap dirinya tidak pandai mengarang konsep (membuat surat atau karangan lain): jika satu kali ia mendapatkan pujian akan satu konsep yang telah dibuatnya, orang itu akan mengingkari pujian yang diterimanya; dan menganggap pujian itu tidak berharga dengan kepribadiannya.

            Karena perubahan itu dianggap sulit, kita umumnya cenderung mempertahankan gambaran diri yang telah ada dan hal itu dapat membawa akibat buruk bagi kita. Oleh karena itu, pengalaman diri atau kesadaran sangat berguna. Pengalaman diri kita lebih berusahah menyadarai perasaan-perasaan kita, juga bagaimana tindakan kita dalam situasi-situasi tertentu, ataupun terhadap orang-orang lain.

 

Langkah Keempat   

Goal Setting

Dalam permainan sepak bola, tak ada gol yang indah atau spektakuler tanpa sebuah proses rancangan yang baik, terukur dan sistematis. Jadi arti Goal Setting adalah menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Manfaat Goal Setting :

  • Memberi arah langkah kita
  • Memotivasi kita
  • Memacu cara kerja kita
  • Membuat prioritas kita terpelihara
  • Menyalurkan dan memaksimalkan potensi kita

 

Syarat Goal Setting

Untuk mempermudah pencapaian tujuan, pastikan SMART, yaitu :

Specific (spesifik). Tujuan yang samar-samar (seperti guru, pelatih atau pengusaha yang lebih baik) seringkali tidak ada satu hal pun yang digarap oleh orang yang bersangkutan ke arah pencapaian tujuannya. Jauh lebih baik jika dirumuskan ”saya ingin menjadi pegawai yang lebih baik dengan jalan mengikuti dua kursus manajemen dalam tahun ini”

Measurable (dapat diukur). Apabila kita dapat mengukur di mana kita berada, maka kita akan memiliki dorongan yang lebih kuat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Daripada menyatakan ”saya bermaksud memperbesar keuntungan perusahaan” biasanya jauh lebih baik kalau dinyatakan bahwa ”saya ingin memperbesar hasil kerja dengan kenaikan sebesar 10%”.

Achievable (terasa bisa dicapai). Tujuan yang tidak menantang pada umumnya tidak mencerminkan suatu pertumbuhan, pemekaran atau pengembangan dan tidak merangsang agar kita bergairah serta merasa terlibat dengan tujuan tadi.

Reality based (berdasarkan kenyataan kondisi dan situasi). Sering kali seseorang menetapkan tujuan yang sebenarnya tidak mungkin dicapai. Hal semacam ini biasanya mengakibatkan orang yang bersangkutan tidak berusaha untuk mencapai tujuannya atau menyerah kalah di tengah jalan disertai dengan kekecewaan.

Time based (ada batas waktunya). Hal ini harus diartikan bahwa setiap tujuan penting sekali untuk ditetapkan batas waktu untuk mencapainya.

Prinsip yang penting dalam menetapkan tujuan adalah nyatakan tujuan itu secara jelas, ringkas dan mudah diingat. Sebaiknya ditulis dan ditempelkan pada tempat yang sering kita lihat.

 

Langkah Kelima      

Teknik Motivasi Diri

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi zaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ”

 

Langkah Keenam    

Pengendalian Emosi

Mengelola emosi dan impuls (keinginan) yang merusak dengan efektif.

 

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENGENDALIAN EMOSI

  1. Mengenali emosi diri

Kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu.

  1. Mengelola emosi

Menangani perasaan agar dapat terungkap dengan pas, hal ini tergantung pada

kesadaran diri.

  1. Memotivasi diri
  2. Memahami emosi orang lain
  3. Membina hubungan

 

Langkah Ketujuh    

Kepercayaan Diri

Definisi Percaya Diri :

  • Adalah orang yang memiliki sistem di dalam dirinya yang mampu mengolah pikiran, emosi, kemampuan dalam menghadapi tantangan lingkungan.
  • Memiliki pemahaman yang realistik tentang kekuatan dan kelemahannya, menikmati kekuatannya tersebut dan menyelesaikan masalah yang ada.
  • Memiliki kemampuan atas penempatan diri di dalam lingkungan.
  • Terdapat hubungan yang kuat antara bagaimana perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri dan bagaimana cara ia berperilaku.

 

MENUMBUHKAN SIKAP PERCAYA DIRI

  1. Mulailah segala suatu dengan rencana.
  2. Kembangkan  kelebihan yang anda miliki (jangan terpaku pada kekurangan diri).
  3. Selalu berfikir positif (cari hikmahnya).
  4. Tanamkan keyakinan : Bila orang lain bisa ………, saya juga harus bisa.
  5. Tumbuhkan motivasi/semangat sejak bangung tidur (“hari ini hari keberhasilan saya”).
  6. Pandang dunia dengan “ceria” dan bersemangat mengahadapi kehidupan.
  7. Humor pada tempatnya akan mengurangi stress.
  8. Bersikap obyektif dalam menghadapi situasi.
  9. Hargai diri sendiri dan orang lain.
  10. Selalu berusaha untuk lebih baik lagi.
  11. Jangan lupa berdo’a.
  12. Terimalah hasil usaha dengan lapang dada.
  13. Buat bayangan keberhasilan menjadi keberhasilan yang sesungguhnya.
  14. Belajarlah dari kekecewaan-kekecewaan Anda.
  15. Fokus pada keberhasilan-keberhasilan yang pernah  Anda raih.
  16. Buatlah sukses terdahulu untuk membangun sukses berikutnya.
  17. Waspadalah terhadap mulut –mulut usil (Jangan terpengaruh oleh orang-orang yang  menyepelekan  Anda).
  18. Dengarlah suara hati nurani Anda.
  19. Jangan takut berbuat salah.
  20. Lawan tabiat menunda-nunda dengan berbuat penuh keyakinan.
  21. Perhatikan umpan-balik.

CARA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI

 

Kompetensi Interpersonal Skill

Langkah Kedelapan            

Komunikasi Efektif

Komunikasi adalah proses dimana satu orang atau lebih mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan, terjasi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik. Banyak pesan yang disampaikan seseorang kepada orang tidak tersampaikan dengan baik salah satu faktor yang menyebabkannya adalah Persepsi orang tersebut. Persepsi adalah proses dimana kita sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indra kita. Persepsi mempengaruhi pemaknaan kita terhadap suatu pesan. Oleh karena itu persepsi sangat penting bagi studi tentang komunikasi dalam semua bentuk dan fungsinya.

Ketika kita berkomunikasi maka keefektifan kita berkomunikasi tergantung pada keakuratan kita dalam persepsi antar pribadi. Kita dapat meningkatkan akurasi dengan (1) menerapkan strategi untuk mengurangi ketidak pastian, dan (2) Mengikuti beberapa pedoman atau prinsip untuk meningkatkan akurasi.

 

 

KOMUNIKASI EMPATI

Empati adalah kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain, kemampuan untuk menyelaraskan diri dengan yang mungkin dirasasakan dan dipikirkan orang lain tentang suatu situasi, betapapun berbedanya pandangan itu dengan pandangan kita.

Tingkatan Empati

  • Empati mempersyaratkan kemampuan membaca emosi orang lain.
  • Empati mengharuskan kita mengindra sekaligus menanggapi kebutuhan atau perasaan seseorang yang tidak diungkapkan lewat kata-kata.
  • Empati adalah menghayati masalah-masalah atau kebutuhan-kebutuhan tersirat di balik perasaan seseorang.

 

Level Mendengarkan :

  • IGNORE (mengabaikan): Suaranya ada tapi kita tidak mendengarkan
  • PRETEND (pura-pura)     : Tidak mendengarkan tapi pura-pura mendengar
  • SELECTIVE                    : Mendengar hanya yang kita mau dengar/komponennya benar
  • ATTENTIVE                    : Penuh perhatian, merespon
  • EMPATHIC                     : Mendegar dengan perhatian, dengan hati
  • BEWITH                          : Saya turut bersama-sama dengan dia

 

Waktu yang disediakan untuk komunikasi :

  • 22% digunakan untuk membaca dan menulis
  • 23% digunakan untuk bicara
  • 55% digunakan untuk mendengarkan

(Depnaker Amerika Serikat)

 

KOMUNIKASI ASERTIF

Asertif merupakan kemampuan untuk menyatakan keinginan dan pendapat kita secara jelas dan langsung, tanpa melanggar hak orang lain.

3 Komponen dasar :

  • Kemampuan mengungkapkan perasaan
  • Kemampuan mengungkapkan keyakinan dan pemikiran secara terbuka.
  • Kemampuan untuk mempertahankan hak-hak pribadi.

 

Langkah Kesembilan

Human Relation

Human Relation merupakan suatu keterampilan untuk bekerja secara efektif melalui dan dengan orang lain. Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk memahami orang lain, harapan dan apa yang mereka perlukan, segala kelemahan, kemahiran dan bakatnya.

Cara Membina Hubungan Dalam Tim Kerja

Bila anda bekerja dan tergabung dalam suatu organisasi perusahaan, Anda tidak akan pernah bekerja sendiri, selalu bekerja sama dalam tim kerja baik di satu unit kerja khususnya dan perusahaan umumnya.

Berikut ini kita akan bahas

–          Apa itu Kerjasama Tim?

–          Apa ciri-ciri tim kerja yang efektif?

–          Apa manfaat kerjasama tim di organisasi?

–          Bagaimana proses dalam tin?

–          Apa dasar-dasar kerjasama tim?

Diakhiri dengan diskusi pemecahan kasus-kasus kerja sama dalam tim.

APA KERJA SAMA TIM ITU ?

Suatu kelompok orang yang bekerja bersama-sama atas dasar :

  • Persepsi yang sama
  • Suatu tujuan umum
  • Prosedur-prosedur yang disepakati bersama
  • Komitmen
  • Kerja sama
  • Memecahkan perbedaan dengan diskusi terbuka

 

APA MANFAAT KERJA SAMA TIM DI ORGANISASI ?

  • Tujuan-tujuan yang disepakati bersama
  • Peranan yang jelas
  • Berbagi keahlian dan keterampilan
  • Memaksimalkan sumber daya
  • Memotivasi, mendukung dan member dorongan kepada anggota tim
  • Meningkatkan hubungan di dalam kelompok staf
  • Membantu dalam pembuatan keputusan
  • Meningkatkan partisipasi

 

APA CIRI TIM YANG EFEKTIF

  1. 1.      Kejelasan Tujuan (Sense of purpose)

Visi, misi, tujuan dan tugas telah ditetapkan dan diterima anggota

  1. 2.      Komunikasi Terbuka (Open Communication)

Bebas mengemukakan perasaan tentang tugas dan cara kerja tim. Tidak ada maksud tersembunyi

  1. 3.      Percaya dan Menghargai (Trust & Respect)

Ada rasa saling menghargai di antara anggota dan dapat mempercayai anggota lain tanpa rasa khawatir.

  1. 4.      Kepemimpinan Bersama (Shared Leader)

Walaupun ada pemimpin formal, kepemimpinan dapat digilir (tergantung keadaan, kebutuhan, keterampilan anggota)

  1. 5.      Prosedur Kerja Efektif (Effective Work Procedure)

Berhasil mengembangkan prosedur kerja efektif. Pembagian tugas yang jelas dan adil. Menggunakan teknik mendengarkan efektif untuk memahami gagasan.

  1. 6.      Membangun Dalam Perbedaan (Build in Difference)

Membangun tim berdasarkan kekuatan/kelebihan yang dimiliki masing-masing anggota, sehingga perbedaan menjadi kekuatan.

 

BAGAIMANA BERPROSES DALAM TIM ?

  1. Memiliki komitmen dan kesungguhan untuk kepentingan bersama.
  2. Mau berpartisipasi aktif dan menyatakan diri secara terbuka tentang nilai-nilai dasar yang dimiliki.
  3. Menyediakan waktu yang cukup untuk proses beradaptasi.
  4. Menghargai pihak lain sebagai subjek atau mitra.
  5. Menjadi pendengar aktif, sehingga dapat dan mau memahami perbedaan pandangan orang lain.
  6. Memiliki informasi yang luas dan pemahaman tentang “hal yang dihadapi”.
  7. Mengevaluasi informasi secara rasional tanpa melibatkan perasaan
  8. Bertindak dewasa, easy going, mau menerima perbedaan.
  9. Kesungguhan dalam menyelesaikan proses /masalah bersama.

 

 

Langkah Kesepuluh

Kepemimpinan

Membahas kepemimpinan selalu menarik perhatian. Jika diurai definisi kepemimpinan, maka akan ada 350 definisi. Luar biasa! Tapi seperti kata John C. Maxwell, semuanya menjurus pada persoalan pengaruh. Banyak pendapat bahwa menjadi pemimpin yang terbaik itu persoalan yang rumit, serumit variabel-variabel pembentuknya. Tapi disini saya ingin sampaikan, bahwa kepemimpinan itu sederhana, bisa kita terapkan, dan mudah.

Kenapa saya sampaikan sederhana, bisa, dan mudah? Karena variabel-variabelnya sudah dipaparkan di langkah-langkah 1 sampai 9. Karakter kepemimpinan dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan dibentuk oleh keputusan Anda berbuat. Perbuatan dibentuk oleh pikiran yang kita munculkan. Pikiran-pikiran yang muncul dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan yang dijalani, kesempatan, dan pengalaman.

Jadi sekarang, silahkan Anda buka-buka lagi halaman-halaman sebelumnya. Anda coba satu per satu dalam praktek sesuai kemampuan, diskusikan dengan teman dekat atau partner kerja, lantas evaluasi bagaimana hasilnya. Yang kurang diperbaiki, yang sudah baik dipertahankan. Ulangi dengan pengembangan, dan begitu seterusnya.

 

Tentang Penulis

Saeful Zaman, dikenal sebagai trainer soft skill, motivator psikologi, dan konsultan HRD. Dengan latar belakang pendidikan S1 Psikologi dan S2 Manajemen Kepemimpinan, aktifitas rutinnya sebagai Managing Director Gibasa Consultant yang bergerak di bidang Assessment – Counseling – Training, Penulis buku-buku psikologi populer, Dosen di beberapa perguruan tinggi, Ketua Umum Yayasan Keluarga Sejahtera yang bergerak di bidang Pendidikan – Sosial – Agama.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *