Perubahan Paradigma

Meraih apa yang diharapkan, diinginkan, dicita-citakan adalah dambaan setiap insan manusia dalam kehidupan ini. Hidup yang menanjak progresif dalam semua lini kehidupan: kesehatan yang paripurna, ilmu bertambah, keahlian meningkat, relasi meluas, harta semakin banyak, sikap makin bijaksana, keyakinan religi menguat, keluarga lebih harmonis, persis seperti sebuah dongeng dari negeri kahyangan, yang hanya ada dalam mimpi, milik orang lain saja.

Kabar baik! Ternyata semua itu ada dalam realita, menjelma dalam kenyataan. Bahkan sebenarnya, kita semua sedang berproses ke arah melejitnya diri. Perbedaannya adalah, adanya kesadaran bahwa dirinya memiliki potensi besar yang bisa mewujud dalam realita, dan yang menganggap bahwa dirinya hanya seonggok daging yang sedang menjalani skenario yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Tak jarang orang-orang dibuat bingung, resah, dan ketakutan dengan masalah demi masalah yang datang bertubi-tubi seolah tak pernah ada akhirnya. Sebagian orang yang terbatas perekonomiannya, mengeluh dengan kondisi keuangan yang morat-marit, sebagian lagi yang berkecukupan, mempermasalahkan saudara-saudaranya yang selalu minta bantuan. Yang tidak ada kegiatan, merasa stress karena menganggap keberadaan dirinya tak layak di apresiasi. Yang super sibuk, merasa stress karena menganggap dirinya ditekan oleh keadaan ataupun atasan.

Kita seringkali terjebak pada cara berpikir dan kebiasaan lama yang menghambat proses kemajuan. Harapan yang besar ternyata tidak dibarengi dengan usaha yang tepat. Cara berpikir kita mengenai kehidupan sudah semestinya dirubah, diarahkan pada upaya-upaya yang sistematis dan terukur.

Pernahkah Anda diminta oleh siapapun untuk menggambar pemandangan alam? Atau jika sekarang Anda diminta untuk menggambarnya, kira-kira apa yang akan Anda gambar? Saya tebak, gambarnya adalah dua buah gunung, di tengahnya ada matahari pakai rambut, di atasnya ada beberapa awan ditemani burung-burung, kemudian ada jalan perspektif (semakin ke bawah semakin melebar), diberi atribut pohon atau tiang listrik, sebelah kiri dan kanannya ada sawah berbentuk check list. Yang lainnya mungkin menggambar air terjun, laut, atau sungai.

Jika ditanya kenapa gambarnya seperti itu? Maka jawabannya kurang lebih : dari TK diajarinya seperti itu, identik, paling mudah, yang terbayang itu. Padahal jika dikaji dari sisi bahasa saja, pemandangan adalah apa yang kita pandang, alam ya seisi bumi dan langit. Hal inilah yang biasa di sebut sebagai paradigma lama yang mendominasi alam bawah sadar, yang menggerakkan perilaku kita untuk senantiasa berharap yang terbaik, namun tidak berusaha melakukan yang terbaik, inovatif, kreatif dan berani menjadi orang yang berbeda dengan kebanyakan orang lain. Karena jelas, orang-orang sukses adalah kaum minoritas yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam berupaya dibandingkan dengan kaum mayoritas. 

Apakah Anda :

          Merasa bahwa Anda adalah Anda yang sekarang ?

          Menganggap kecerdasan dan bakat Anda tak dapat berubah ?

          Meyakini takdir Anda hanyalah menjauhi tantangan dan kegagalan ?

Ataukah Anda :

          Memandang diri Anda tak tetap: sebuah karya yang terus berkembang ?

          Meyakini takdir Anda adalah hidup berpelangikan perkembangan dan pemanfaatan peluang ?

Jika Anda adalah yang pertama, maka paradigma hidup anda sempit karena menggunakan kacamata kuda. Berpikiran sempit (thingking in the box) hanya akan menyulitkan kita untuk melihat berbagai peluang yang ada ataupun celah dan jalan keluar dari suatu persoalan.Kacamata kuda akan menghalangi kita melihat indahnya kehidupan yang membentang luas di hadapan kita.

Jika Anda adalah yang kedua, Selamat! Ketika yang pertama melihat suatu persoalan sebagai ancaman, maka Anda melihatnya sebagai peluang. Ketika yang pertama hanya fokus pada persoalan, justru Anda fokus pada pemecahan masalah. Anda akan sukses dan bahagia dimana saja dan kapan saja.

Kedua paradigma di atas akan mempengaruhi seluruh bidang kehidupan kita mulai dari Kesehatan, Kompetensi diri, Spiritual, Keluarga, Karir, Sosial, Keuangan dan Kesenangan. Karena alasan itulah, maka jika Anda ada di golongan yang pertama, belum terlambat untuk melakukan perubahan. Mutlak diperlukan kesadaran diri untuk merubah paradigma lama kita. Perubahan paradigma adalah proses merubah pola pikir, kebiasaan, cara-cara lama, menuju pola pikir, kebiasaan, dan cara-cara baru yang lebih baik dan lebih efektif dan efesien untuk meraih cita-cita kita.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *