Memotret Diri dengan Kamera MBTI (4)

Apa yang terbentang di hadapan dan di belakang kita tak begitu penting. Yang jauh lebih penting adalah apa yang ada di dalam diri kita.

(Oliver Windell Holmes)

Tidak susah untuk mengolah diri. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk menemukan citra diri Anda. Yang perlu disadari adalah yakinkan bahwa dengan mengenal siapa diri Anda sendiri, Anda sadari bahwa ini adalah modal Anda dalam membuka keleluasaan jalan Anda.

Anda dapat dengan mudah menggunakan kamera MBTI (Mayers-Briggs Type Indicator) untuk memotret kecenderungan kepribadian Anda. Alat ini bukan untuk mengetes Anda apakah baik atau buruk. Secara lahiriah, kepribadian tidak ada yang baik maupun buruk. Nilai dari sebuah kepribadian adalah kemampuan dalam menyeimbangkan diri ketika mengahadapi situasi. Perlu diingat bahwa pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap tingkat perubahan kepribadian Anda.

Berdasarkan kamera MBTI, ada empat dimensi preferensi manusia. Setiap dimensi menampilkan dua preferensi yang berpasangan. Preferensi ini didasarkan pada:

Bagaimana memusatkan perhatian

=>

(EXTROVERT-INTROVERT)

Bagaimana menerima informasi dari luar

=>

(SENSING-INTUITION)

Bagaimana menarik kesimpulan dan keputusan

=>

(THINKING-FEELING)

Bagaimana pola hidup

=>

(JUDGING – PERCEIVING)

Judging

Tipe ini tidak suka dengan kejutan. Pola sikap yang ia tunjukkan teratur. Ia senang dengan keputusan yang pasti. Dalam melakukan tindakan, ia terencana dengan jelas. Ia cenderung menyukai kategori-kategori dan batasan-batasan yang tegas.

”…Untuk mengawalinya, sebaiknya saya menyusun rencana yang matang, menyusun jadawal yang sitematis, baru setelah itu saya melangkah…”

Untuk mengatur kegiatannya, ia terkadang memiliki catatan atau jadwal kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Tipe yang terkesen kurang luwes ini, dalam mengerjakan sesuatu berorientasi aturan dan hasil. Betapa puasnya ia ketika pekerjaannya telah selesai. Ia memiliki prinsip “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

“…. Saya harus menyelesaikan tugas ini sesuai rencana awal, setelah tugas ini selesai, karena dengan inilah saya akan mendapatkan hasil yang baik, kalalu masih ada waktu setelah itu selesai saya akan berlibur…”     

Jika ia diberikan tugas, ia selesaikan dengan rapih dan sistematis. Apa yang ia pikul adalah tanggung jawab yang harus ia emban. Tipe ini cenderung tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan pada waktu yang sama. Jika ia telah selesai mengerjakan satu hal, ia baru akan bisa berpinadah pada pekerjaan lain. Keputusan hanya akan diambil jika memang berkaitan dengan persoalan yang ada atau sedang dihadapi.

Perceiving

Dalam menjalani hidup, tipe ini menyikapinya terbuka serta menerima kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga ia mudah menyesuaikan diri, memahami orang lain, lingkungan pekerjaan. Ia cenderung luwes karena dengan dasar rasa ingin tahu yang tinggi.

Pada diri yang optimis ini, prestasi adalah prioritas dalam hidupnya, oleh karenanya ia berupaya untuk meraih keinginannya dalam situasi apapun. Ia dapat menerima orang lain apa adanya. Tentang pendapat yang berbeda, baginya tak jadi persoalan. Fleksibilitas baginya adalah paluang untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan.

Pada diri yang spontan ini, apa yang sudah dijadwalkan hanya dijadikan sebagai pengingat saja. Keteraturan baginya adalah hal yang kaku. Ia lebih memilih bebas dan sangat menikmati pada proses yang sedang ia kerjakan (orientasi pada proses). Baginya, keputusan yang sudah diambil dan ditetapkan bisa ditarik kembali dan diubah. Keputan baginya tidaklah mutlak.

“…apa yang telah kita rencanakan mungkin saja berubah di tengah jalan, kita lihat saja bagaimana situasi nanti…”  

Tak heran jika dari sisi penampilan dan pekerjaan kurang rapi dan  tidak teroganisir. Hal ini karena ia tertarik dengan penyesuaian peruabahan terhadap situasi. Bila pekerjaan yang sedang ia tangani kurang menyenangkan, ia lebih memilih meninggalkan pekerjaan tersebut. Ia terkesan kurang tanggung jawab. Kepuasan hanya tampak di awal pekerjaan saja, setelah itu bisa pindah ke pekerjaan yang lain.

Judging

Perceiving

  • Senang membuat keputusan yang pasti.
  • Menyukai batas-batas dan kategori-kategori yang jelas.
  • Merasa nyaman dalam lingkungan yang jelas batasan-batasannya.
  • Lebih menyukai gaya hidup yang teratur.
  • Menyukai aturan dan struktur yang jelas.
  • Menyukai hidup yang terencana.
  • Menghadapi batas waktu pengerjaan sesuai tugas dengan membuat rencana jauh sebelum waktunya.
  • Mengambil keputusan dengan cepat.
  • Orang judgment mungkin menimbulkan kesan menuntut, kaku, tegang bagi perception.
  • Judgment membutuhkan perception untuk menyeimbangkan.
  •  Senang mengikuti rasa ingin tahu dan menemukan kejutan-kejutan.
  • Menyukai kebebasan untuk melakukan percobaan-percobaan tanpa batas.
  • Merasa nyaman dalam lingkungan yang terbuka, batasan-batasannya tidak jelas.
  • Lebih menyukai gaya hidup luwes.
  • Menyukai kegiatan yang mengikuti arus.
  • Menyukai gaya hidup sebagaimana adanya.
  • Menghadapi batas waktu pengerjaan suatu tugas dengan bekerja tergesa-gesa pada saat-saat terakhir.
  • Orang perception mungkin menimbulkan kesan tidak teratur, kacau balau, tidak bertanggung jawab bagi judgment.
  • Perception membutuhkan judgment untuk menyeimbangkan.

Kelebihan dan Kelemahan Judging dan Perceiving

Judging

Perceiving

Kelebihan

Kelemahan

Kelebihan

Kelemahan

  • Percaya diri dalam membuat keputusan
  •  Tertarik dengan sesuatu yang telah tersusun atau terencana dengan rapi
  • Mentaati peraturan
  • Pola hidup teratur
  •  Mungkin tidak memiliki data yang cukup dalam mengambil keputusan
  • Semangat mengendur jika di tengah jalan terjadi perubahan rencana
  • Kaku dengan perubahan situasi yang baru
  • Kurang tertarik dengan modofikasi
  •  Mengumpulkan pendapat lain sebelum memutuskan
  • Fleksibel, terbuka terhadap perubahan
  • Rasa ingin tahu yang tinggi
  • Spontan, tanpa ditunda-tunda
  • Dapat membatalkan keputuasan yang telah dibuat
  •  Tergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan
  • Waktu banyak tersita oleh hal-hal yang tidak berhubungan dengan masalah
  • Tidak rapi,kurang teratur
  • Keputusan yang berubah dari rencana dapat menimbulkan kecemasan pada orang lain

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *