Memotret Diri dengan Kamera MBTI (3)

Apa yang terbentang di hadapan dan di belakang kita tak begitu penting. Yang jauh lebih penting adalah apa yang ada di dalam diri kita.

(Oliver Windell Holmes)

Tidak susah untuk mengolah diri. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk menemukan citra diri Anda. Yang perlu disadari adalah yakinkan bahwa dengan mengenal siapa diri Anda sendiri, Anda sadari bahwa ini adalah modal Anda dalam membuka keleluasaan jalan Anda.

Anda dapat dengan mudah menggunakan kamera MBTI (Mayers-Briggs Type Indicator) untuk memotret kecenderungan kepribadian Anda. Alat ini bukan untuk mengetes Anda apakah baik atau buruk. Secara lahiriah, kepribadian tidak ada yang baik maupun buruk. Nilai dari sebuah kepribadian adalah kemampuan dalam menyeimbangkan diri ketika mengahadapi situasi. Perlu diingat bahwa pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap tingkat perubahan kepribadian Anda.

Berdasarkan kamera MBTI, ada empat dimensi preferensi manusia. Setiap dimensi menampilkan dua preferensi yang berpasangan. Preferensi ini didasarkan pada:

Bagaimana memusatkan perhatian

=>

(EXTROVERT-INTROVERT)

Bagaimana menerima informasi dari luar

=>

(SENSING-INTUITION)

Bagaimana menarik kesimpulan dan keputusan

=>

(THINKING-FEELING)

Bagaimana pola hidup

=>

(JUDGING – PERCEIVING)

Thinking

Tipe thinking ini mendasarkan keputusannya dengan pertimbangan logika dan nalar. Ia kurang mempedulikan perasaan orang lain. Ia sangat tegas dalam memutuskan dalam memilih pekerjaan dengan alasan-alasan yang rasional.

“…Saya berhentikan Anda, karena telah melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku, Anda tidak masuk kerja selama sekian hari…”

Sifat tegas yang ini tertanam ini karena termotivasi oleh kebutuhan prestasi dan pencapaian sasaran dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau ketika menyikapi situasi. Dia apik melihat dan menemukan kesalahan. Dalam berdiskusi, ia sering menawarkan banyak solusi. Jika ada yang kurang sepakat dalam dirinya, tanpa sungkan ia berinterupsi, mengkritik langsung kepada permasalahan. Kritik baginya adalah cara menuju kemajuan.

“…terus terang saya tidak sepakat dengan pendapat Anda, saya tawarkan beberapa solusi yang logis untuk menyelesaikan tugas ini….”

Dalam membuat kesepakatan, ia pandai bernegosisasi. Dia cermat dalam menghitung logika keuntungan dan kerugian. Puas dengan hasil keputusannya sendiri. Ia memiliki hubungan baik dengan teman yang satu ide dengan dirinya.

Dalam mengambil kesimpulan, ia merangkainya dengan hubungan sebab-akibat, lewat pendekatan objektif: benar atau salah. Apa yang salah menurut logika, ia nyatakan kesalahan itu. Sebaliknya jika salah, maka ia pun dengan tegas menyatakannya.

Feeling

Sifat feeling mengutamakan bekerja yang didasarkan pada keyakinan diri sendiri dari pada kepada orang. Dalam memutuskan hal, ia sangat memperhatikan perasaan. Hal ini dilakukan demi menjaga hubungan baik dengan rekan-rekannya. Ia merasa khawatir jika dirinya melukai perasaan  orang lain atau dilukai. Oleh karenanya, rasa empati sanga tinggi ia perlihatkan pada orang lain. Dalam pribadinya, akan muncul tindakan-tindakan rasa peduli terhadap orang lain. Jika ada orang lain mendesak meminta pertolongan, ia tidak menunda-nunda untuk mengulurkan pertolongan. Baginya, memberikan uluran tangan tidak memerlukan alasan-alasan rasional.

Dalam obrolan, ia jarang menentang pendapat orang lain, bahkan menghindarinya. ia cenderung mengikuti kesepakatan-kesepakatan hasil obroloan. Terkadang ia menjadi penengah dalam konflik. Ia meredam perselisihan dua pihak.

“…sebaiknya kita tidak usah bersilisih lebih jauh, kita ambil jalan tengahnya saja supaya masing-masing enak dan tidak ada yang rugi…”

Dalam bertindak, ia termotivasi oleh kebutuhan untuk dihargai. Dalam mengambil keputusan maupun mengambil kesimpulan, ia cenderung subjektif. Sulit untuk mempertimbangkan dengan dasar benar atau salah (objektif). Oleh karenanya, terkadang ia plin-plan bahkan kebingungan dalam mengambil sikap. Pada diri yang simpati ini, selain sensitif, ia juga selalu apresiatif terhadap orang lain yang ditunjukkannya dengan sikap memuji. Pertimbangan memuji ini didasarkan atas suka dan tidak suka.

Thinking

Feeling

  • Memutuskan berdasarkan pemikiran (kepala).
  • Bekerja berdasarkan logika.
  • Objektif; menerapkan prinsip dan aturan.
  • Tegas, tidak sungkan melakukan kritikan atau ungkapan tidak setuju.
  • Memperhatikan kebenaran dan keadilan.
  • Mempertimbangkan hal dengan rasio, tanpa melihat perasaan orang lain.
  • Termotivasi akan kebutuhan prestasi dan pencapaian sasaran.
  • Memandang kejadian sebagai penonton, mengambil jarak, ada di luar situasi.
  • Mempunyai pandangan luas.
  • Dapat menemukan kekurangan dan mengkritik secara spontan.
  • Mempunyai kemampuan yang baik dalam menganalisis rencana.
  • Orang thinking mungkin akan menimbulkan kesan dingin dan banyak pertimbangan bagi orang feeling.
  • Thinking membutuhkan feeling untuk menyeimbangkan.
  •  Memutuskan berdasarkan perasaan (hati).
  • Bekerja berdasarkan keyakinan pribadi.
  • Lembut hati, bijaksana.
  • Menghargai empati, dan mengutamakan harmoni.
  • Memperhatikan keselarasan dan hubungan baik.
  • Memandang kejadian sebagai peserta, bagian dari situasi, masuk dalam situasi.
  • Mempunyai pandangan sesaat, dan bersifat pribadi.
  • Menghargai secara spontan.
  • Mempunyai kemampuan untuk memahami orang lain.
  • Orang feeling mungkin menimbulkan kesan berpikiran kacau dan emosional bagi thinking.
  • Feeling membutuhkan thinking untuk menyeimbangkan.

Kelebihan dan Kelemahan Thinking dan Feeling

Thinking

Feeling

Kelebihan

Kelemahan

Kelebihan

Kelemahan

  • Objektif
  • Analitis
  • Kritis yang tinggi
  • Yakin dan pasti
  • Rasional impersonal
  • Logis
  •  Kurang peduli dengan orang perasaan orang lain 
  • Analisa bisa jadi berlebihan
  • Mekanis, seperti mesin
  • Dingin dan kaku
  • Merasa kehilangan sesuatu jika menyimpang logika
  • Kurang hangat dalam penampilan
  •  Peduli dengan kebutuhan dan perasaan orang lain
  • Menarik perasaan
  • Simpatik
  • Menyukai suasana harmonis
  • Menunjukkan sikap empati
  • Bijaksana
  •  Terlalu emosional
  • Bisa terjebak pada persoalan kepribadian saja
  • Pekerjaan dapat tarabaikan
  • Menghindari konflik

Memotret Diri dengan Kamera MBTI (4)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *