Memotret Diri dengan Kamera MBTI (1)

Apa yang terbentang di hadapan dan di belakang kita tak begitu penting. Yang jauh lebih penting adalah apa yang ada di dalam diri kita

(Oliver Windell Holmes)

Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk menemukan citra diri Anda. Yang perlu disadari adalah yakinkan bahwa dengan mengenal siapa diri Anda sendiri, Anda sadari bahwa ini adalah modal Anda dalam membuka keleluasaan jalan Anda.

Anda dapat dengan mudah menggunakan kamera MBTI (Mayers-Briggs Type Indicator) untuk memotret kecenderungan kepribadian Anda. Alat ini bukan untuk mengetes Anda apakah baik atau buruk. Secara lahiriah, kepribadian tidak ada yang baik maupun buruk. Nilai dari sebuah kepribadian adalah kemampuan dalam menyeimbangkan diri ketika mengahadapi situasi. Perlu diingat bahwa pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap tingkat perubahan kepribadian Anda.

Berdasarkan kamera MBTI, ada empat dimensi preferensi manusia. Setiap dimensi menampilkan dua preferensi yang berpasangan. Preferensi ini didasarkan pada:

Bagaimana memusatkan perhatian

=>

(EXTROVERT-INTROVERT)

Bagaimana menerima informasi dari luar

=>

(SENSING-INTUITION)

Bagaimana menarik kesimpulan dan keputusan

=>

(THINKING-FEELING)

Bagaimana pola hidup

=>

(JUDGING – PERCEIVING)

Extrovert

Pada diri extrovert ini, ketika menghadapi masalah dengan mudah mengungkapkan perasaan dalam dirinya kepada kepada siapa pun yang ia kenal. Ia tidak malu dan dapat mengungkapkan alasan mengapa utang yang belum dibayar kepada temannya. Ia tak segan mengungkapkan keinginannya kepada orang tuanya. Ia akan mengutarakan isi hatinya kepada kekasih yang ia cintai. Keinginan untuk mengungkapkan perasaan ini adalah cara ia dalam menyikapi persoalan apa yang ada dalam dirinya.

Pribadi yang tak suka dengan berdiam diri ini mengutamakan tindakan tanpa banyak merenungkan. Yang penting baginya untuk didahulukan adalah tindakan, kemudian memikirkan resiko apa yang akan menimpanya.

Pada diri yang senang berbicara ini, ia begitu banyak menjalin persahabatan dan senang membuka perkenalan-perkenalan untuk memperkaya persahabatan. Baginya, sikap persahabatan akan memperoleh masukan pencerahan.

Sifat yang memiliki pandangan hidup luas ini, akan mudah tertarik dengan tuntutan-tuntan oleh kondisi-kondisi di luar dirinya. Ia berminat tinggi terhadap ajakan teman-temannya seperti wisata berkemah, arung jeram, atau kegiatan-kegiatan lainnya yang melibatkan dirinya dan teman-temannya.  Boleh jadi, ia sangat tergantung pada suasana kebersamaan.

Ia menganggap bahwa pergaulan adalah hal yang berharga, sebaliknya ia menganggap orang yang tidak bergaul hanyalah orang yang dangkal.

Introvert

Orang yang pendiam dan sukar diduga ini, sering menarik diri dari suasana yang ramai. Ketika ia ditimpa rasa sedih, tak mudah untuk mencurahkannya kepada orang lain. Kesendirian baginya akan mendatangkan ide-ide. Pengalaman dirinya adalah kekuatan untuk melakukan sesuatu. Baginya, banyak berinteraksi dengan orang lain hanya buang waktu saja.

Di dalam suasana keramaian sekalipun, seperti pesta pernikahan, ia lebih nyaman untuk berbincang dengan dua atau tiga orang. Ketika bertemu atau berhadapan dengan orang yang baru ia kenal, ia cenderung menunggu untuk disapa dari pada lebih dulu menyapa.

“….Kayaknya saya lebih asyik berbincang dengan kamu berdua di samping kolam yang sepi di sana….”

Ia lebih penting memikirkan lebih jauh tentang resiko yang akan terjadi sebelum mengambil tindakan.

“….Apakah saya dengan kondisi modal seadanya untuk mengutarakan cinta akan diterima oleh wanita? lantas, jika ditolak resiko apa yang akan saya terima. Sebaliknya jika si wanita itu benar-benar menerima saya, beban apa yang akan saya pikul. Lebih baik, dipendam saja perasaan cinta saya kepadanya…”

Untuk menyelesaikan pekerjaan, ia lebih suka melakukannya sendiri daripada berkelompok, meskipun pekerjaan itu cukup membutuhkan waktu yang panjang.

“…Biarkan saya selesaikan sendiri laporan pekerjaan proyek di rumah, dan saya minta waktu senggang untuk menyelesaikannya. Karena saya harus memikirkan lebih jauh tentang muatan-muatan laporan pekerjaan yang harus disampaikan…”, Ia cenderung memiliki prinsip “…saya menyendiri, lalu saya mengerti…”

Pada diri introvert ini cenderung menyimpan banyak rahasia tentang persoalan dirinya. Ia pun banyak menjaga rahasia persoalan orang lain.

Extrovert

Introvert

  • Seringkali menunjukkan sikap bersahabat, senang berbicara dan mudah diduga.
  • Dapat mengungkapkan perasaan.
  • Membutuhkan pergaulan dengan orang lain.
  • Merasa tertarik keluar oleh tuntutan dan kondisi di luar dirinya.
  • Memperoleh energi dari orang-orang lain dan pengalaman tentang dunia luar.
  • Bertindak lebih dahulu daripada merenungkan.
  • Memandang hidup secara meluas.
  • Tidak suka dengan kegiatan yang membutuhkan waktu lama.
  • Lebih memilih keluasan dari pada kedalaman.
  • Menikmati diskusi, mengembangkan gagasan melalui diskusi.
  • Banyak kegiatan, suka dengan kegiatan yang beragam.
  • Orang extrovert mungkin menimbulkan kesan dangkal bagi introvert.
  • Extravertion membutuhkan introvertion untuk menyeimbangkan.
  •  Seringkali menarik diri, pendiam dan sukar diduga.
  • Menyimpan perasaan.
  • Membutuhkan kesendirian.
  • Merasa tertarik ke dalam oleh tuntutan dan campur tangan dari luar dirinya.
  • Memperoleh energi dari sumber-sumber dalam diri dan pengalaman dari dalam dirinya.
  • Merenungkan kemudian bertindak.
  • Memandang hidup secara mendalam.
  • Membatasi diri, senang bekerja sendiri.
  • Mengembangkan gagasan melalui refleksi.
  • Lebih memilih kedalaman daripada keluasan.
  • Nyaman dengan kegiatan waktu yang lama.
  • Introvertion membutuhkan extravertion untuk menyeimbangkannya.

Kelebihan dan Kelemahan Extroversion dan Introversion
Extroversion Introversion
Kelebihan Kelemahan Kelebihan Kelemahan
  • Suka mengobrol dengan orang lain.
  • Senang dengan suasana kebersamaan.
  • Cepat bertindak .
  • Tertarik pada hasil kerja.
  • Menyukai variasi tugas.
  • Mengerjakan hal lebih suka secara Tim / kelompok.
  • Tergantung orang lain.
  • Tidak nyaman dengan kesendirian.
  • Perhatian mudah beralih karena gangguan orang lain.
  • Bertindak langung tanpa mempertimbangan resiko.
  • Terlalu menyederhanakan situasi rumit dan kompleks.
  • Tidak memiliki cukup kesabaran untuk menghadapi tugas secara detail / dalam.
  • Tampak mandiri.
  • Bekerja sendiri dengan kesungguhan.
  • Menjaga rahasia baik dirinya maupun orang lain.
  • Berpikir dulu sebelum bertindak.
  • Dapat bekerja pada waktu yang cukup panjang.
  • Merasa nyaman pada wilayah ide dan konsep.
  • Menghindari pengaruh dari luar dirinya .
  • Enggan untuk bekerja secara kelompok.
  • Cenderung selalu menutup diri.
  • Sulit mengambil keputusan dan kesimpulan.
  • Kurang tertarik dengan kejadian di luar dirinya.
  • Tekesan egois.

Memotret Diri dengan Kamera MBTI (2)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *