Lingkungan Menantang Anda

“Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini. Namun hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri“  

(Leo Tolstoy)

Sepanjang belajar di sekolah, Anda memiliki prestasi gemilang. Peringkat Anda paling atas, mengalahkan teman-teman Anda. Kemudian Anda mendapatkan beasiswa, betapa bangganya Anda! Kebahagiaan Anda pun bertambah dengan hadiah yang diberikan Orang Tua atas prestasi yang Anda raih sebagai bentuk apresiasi terhadap diri Anda. Lingkungan sekolah Anda sangat mendukung terhadap semakin memuncaknya prestasi Anda. Bagaimana tidak, berbagai fasilitas begitu mudah Anda dapatkan dari orang tua. Begitu gampangnya Anda memperoleh bimbingan belajar dari Guru Anda.

Usai lepas dan lulus dari dunia akademik, dan memasuki dunia “nyata”, dunia yang Anda sebut dengan lapangan kerja atau profesi. Apa yang Anda peroleh? Ternyata, lingkungan tersebut seratus delapan puluh derajat berbalik dengan kemudahan yang Anda peroleh sebelumnya.

Memasuki dunia profesi, arus persaingan sangat kencang. Anda melamar ke sana ke sini untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan Anda harapkan, sulitnya bukan main. Anda melakukan segala sesuatunya mulai dari mencari informasi dengan menanyakan kepada teman, tetangga, atau mencari informasi di koran dan internet.

Tak kalah diam, teman seangkatan Anda yang kebetulan bertetangga dengan Anda melakukan tujuan sama dengan upaya yang beda. Teman Anda membeli koran di hari-hari tertentu dengan hanya memfokuskan pada kolom lowongan kerja. Kemudian, teman Anda membuat aplikasi lamaran dengan melampirkan berkas persyaratan sesuai dengan apa yang diperlukan. Teman Anda berharap dengan cemas bahwa dalam sepekan ada tukang pos yang mengantarkan surat balasan panggilan dari perusahaan yang Anda telah lamar. Namun setelah lebih dari sepekan, si tukang Pos hanya melewati di depan rumah saja sambil memberikan senyuman pada Anda tanpa memberikan kabar sedikitpun tentang balasan surat yang teman Anda harapkan. Kesimpulannnya, lamaran Anda ditolak.

Pengalaman bergaul Anda sangat luas. Anda memiliki jalinan kerabat dengan orang-orang yang hebat dan terkenal, akrab dengan orang kaya dan pengusaha, namun dalam mengusahakan harapan diri Anda untuk bekerja, susahnya minta ampun.

Di tengah kesulitan dalam menembus dunia profesi, ironisnya, berbagai bursa lowongan kerja semakin marak dengan aneka bidang keterampilan yang dibutuhkan. Anda mungkin sering mendengar iklan-iklan bursa tenaga kerja yang membutuhkan ratusan bahkan ribuan tenaga kerja, dan Anda adalah salah satu orang yang sedang menanti-nanti untuk menangkap peluang dan kesempatan tersebut. Namun hasil apa yang Anda dapat? Ternyata keterampilan dan kecakapan Anda tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Lingkungan baru yang Anda kenali ini dirasa menuntut Anda. Lingkungan persaingan ini memaksa Anda untuk dipenuhi, kemudian harapan Anda menciut. Lingkungan ini sulit dikendalikan dan tidak sebagaimana dengan mudah Anda mengendalikan lingkungan sebelumnya. Lingkungan ketat ini menyudutkan Anda sehingga Anda merampingkan pilihan, mengurangi keinginan, bahkan memupusnya sehingga Anda harus membuat keinginan dan harapan yang baru.

Lingkungan yang baru Anda masuki ini bukan saja menantang Anda, bahkan menentang Anda. Menolak apa yang selama ini Anda ajukan. Menutup nafas ambisi Anda yang menggebu, melemahkan agrisifitas Anda untuk meraih, bahkan memupus apa yang Anda selama ini anggap sebagai kekuatan dalam diri Anda. Semakin banyak Anda bertindak ternyata semakin bertentangan dengan orang lain dan lingkungan.

Lingkungan menentang Anda = Membangunkan potensi Anda yang tertidur lelap

Kecocokan dan Ketidakcocokan Kepribadian

Pertimbangan berasal dari pengalaman, dan pertimbangan hebat berasal dari pengalaman yang buruk  

(Robert Packwood)

Menemukan kecocokan diri dengan diri orang lain maupun dengan lingkungan adalah tujuan dan harapan yang hendak capai. Kecocokan karakter antara suami dan isteri demi menciptakan harmoni keluarga merupakan idaman siapa pun, termasuk Anda. Kecocokan sifat sepasang kekasih memancing rasa penasaran Anda – apalagi sedang jomblo- untuk tahu: bumbu asmara apa dalam diri mereka pelihara sehingga jalinan cinta mereka tampak serasi.

Kecocokan karakter antara atasan dan bawahan dalam lingkungan pekerjaan akan menghasilkan produktifitas yang dianggap bernilai bagi perusahaan. Sehingga perusahaan dapat memberikan terhadap karyawannya bonus di luar gaji.

Barangkali Anda jemu dengan ketidakcocokan diri yang berbuntut pada penolakan lamaran atau bahkan pemutusan hubungan kerja. Anda boleh jadi bosan dengan kegiatan usaha yang tidak pas dengan gaya dagang Anda yang kebanyakan jatuh rugi berujung pada gulung tikar. Anda sakit hati berat, ketika rayuan cinta Anda ditolak mentah-mentah oleh para wanita yang pernah Anda cintai karena tidak haromonisnya dua karakter. Barangkali, telinga Anda risih dengan berita perceraian kalangan artis yang kerap terjadi dalam hitungan bulan bahkan dalam hitungan minggu lantaran perselisihan yang masing-masing memiliki pendirian.

Semakin mengenal dengan ketidakcocokan sifat pribadi, hobi, kesukaan, dan karakter lainnya,  Anda akrab dengan medan-medan pertentangan dan persilisihan. Maka Anda pun semakin  tajam dan mawas dengan rambu-rambu untuk menghindari kegagalan. Anda semakin peka dengan kunci-kunci gagal. Dengan demikian, karena pertentangan ini, Anda pun banyak tahu tentang apa yang diinginkan orang lain dan lingkungan.

Dekat dan seringnya menemukan kegagalan, ruang diri Anda menjadi terhimpit. Biarkan kegagalan tersebut menggunung pada gudang pengalaman sampai Anda kehabisan ruang dan tidak ada tempat lagi untuk menyimpan kegagalan. Ketidakcocokan adalah pintu untuk tahu segudang karakter Anda yang oleh Anda sendiri masih terkunci dan belum dibuka.

Anda tidak hanya perlu melihat apa yang ada di luar diri Anda, karena itu adalah kenyataan. Namun, jauh yang lebih penting yang selalu luput adalah melihat ke dalam diri Anda untuk menanyakan, siapa diri Anda?

Apa yang terbentang di hadapan dan di belakang kita tak begitu penting. Yang jauh lebih penting adalah apa yang ada di dalam diri kita

(Oliver Windell Holmes)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *