LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA LPKIA 2017

Ahad, 19 Februari 2017 LPKIA Bandung menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dengan peserta yang terdiri dari anggota BEM, BPM, HIMA, dan Ketua Kelas. Pagi hari yang dingin tak sedikit pun menyurutkan antusiasme peserta LDK yang berjumlah 77 orang untuk berbondong-bondong datang ke Cantigi Camp di daerah Cileunyi, Bandung. Sesi pagi kegiatan ini dipimpin langsung oleh Motivator Psikologi Bapak Saeful Zaman, S.Psi., MM dengan yel yel LDK dan LPKIA.

 

Selanjutnya dilakukan proses review dari pertemuan sepekan sebelumnya yang membahas tentang pentingnya perencanaan, persiapan, totalitas dalam proses, dan evaluasi. Review ini berlangsung secara interaktif antar para peserta yang saling mengutarakan pembelajaran tentang pentingnya aspek kepemimpinan dalam proses kerja sama yang didapat di sesi sebelumnya.

Hasil review mengantarkan peserta untuk dapat mengaplikasikannya dalam simulasi yang sudah disiapkan sebelumnya. Simulasi pertama adalah pembentukan kelompok secara random dan instan. Pada simulasi ini peserta dihadapkan pada situasi yang harus secepatnya beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan tugas membuat nama kelompok yang disertai filosofi serta yel-yel kelompok kecil. Hasilnya menakjubkan! Hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit, semua kelompok mampu menyelesaikan tugasnya dengan kreatif dan inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa jika dalam situasi yang kondusif, sebenarnya kita mampu melakukan tugas dengan cepat dan tepat. Maka kekondusifan inilah yang seharusnya menjadi langkah awal untuk dipersiapkan tatkala kita akan mengerjakan suatu tugas.

“IT’S WONDERFUL, CONDUCIVE TO LEARNING, BRIGHTER, CLEANER.” – Susan White

Tugas berikutnya adalah simulasi mengalirkan air dari kolam ke botol melalui media gelas yang telah dilubangi. Setiap kelompok yang terdiri dari 7-8 peserta. Setiap peserta melakukannya dengan penuh semangat sehingga dapat terselesaikan dalam waktu yang relatif bersamaan. Simulasi ini diakhiri dengan sesi debrief sebagai proses internalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam simulasi tersebut yang kemudian dapat diterapkan dalam organisasinya masing-masing.

Simulasi berikutnya yaitu flying carpet. Pada simulasi ini peserta LDK terlihat semakin meningkat tensi kompetisinya dan terus berusaha untuk menjadi kelompok yang terbaik. Seperti simulasi sebelumnya, sesaat setelah simulasi ini pun peserta melakukan proses debrief untuk merefleksikan perasaan, hambatan, dan faktor-faktor yang menunjang keberhasilannya dalam simulasi yang telah dilakukan.

Puncak kompetisi antar kelompok terjadi di simulasi berikutnya, yaitu Line Making. Pada simulasi ini tugas kelompok adalah membuat tali sepanjang-panjangnya dengan apapun yang menempel di tubuh peserta. Pengorbanan peserta terlihat sekali di simulasi ini, sehingga tidak sedikit peserta laki-laki yang membuka baju luarnya untuk dijadikan tali, bahkan tubuh peserta sendiri akhirnya dijadikan sebagai media tali juga.

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) LPKIA ini diakhiri dengan simulasi Lap Sit dimana setiap peserta duduk di pangkuan rekan yang ada di belakangnya. Hal ini merupakan pembuktian bahwa dengan bersama kita bisa.

“Sering kita dengar bahwa kita harus belajar dari pengalaman, tapi lantas kesulitan untuk mengaplikasikannya. Belajar dari pengalaman bisa terjadi jika seseorang yang mengalami itu mengkritisi aktivitasnya, merumuskan insight-insight dalam analisanya, baru kemudian menempatkan hasilnya di perbuatan berikutnya.” (Saeful Zaman)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *