Menuju Indonesia Power yang Disiplin, Tangguh, Solid, Respek, Tanggung Jawab, dan Cinta Tanah Air

 “PAGI!”

“Indonesia Power! Antusias! Luar Biasa! Mantap!”

“PAGI!”

“Indonesia Power! Antusias! Luar Biasa! Mantap!”

Pagi itu Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (PUSDIKAJEN) Lembang digetarkan oleh teriakan dan semangat para calon pegawai Indonesia Power dalam kegiatan Diklat Pembinaan Sikap, Mental, dan Disiplin Prajabatan PT. Indonesia Power tahun 2017 yang berjumlah kurang lebih 500 peserta.

INDONESIA POWER itu apa sih? Indonesia Power adalah perusahaan pembangkit listrik yang merupakan anak perusahaan dari PT. PLN (Persero). Dalam usahanya menjamin pasokan listrik bagi penduduk Jawa dan Bali serta sebagian Sumatera sesuai amanat yang diemban dan melakukan pengembangan portofolio bisnis Perusahaan di seluruh wilayah Indonesia, Indonesia Power selalu berusaha menerapkan prinsip tata kelola yang baik, kerja sama yang harmonis, dan tak lupa prinsip menjaga kelestarian alam pun ditegakkannya demi terjaganya keserasian aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, Indonesia Power juga bertujuan menjadi World Class Service Company yang dapat dicapainya di masa yang akan datang.

That’s a great dream exactly!

Lantas apa yang perlu dipersiapkan? Calon pegawai yang luar biasa!

“A goal without a plan is just a wish.”
― Antoine de Saint-Exupéry

Ya, segala sesuatu akan selalu membutuhkan perencanaan, dan Diklat calon pegawai yang dilakukan selama 10 hari berturut-turut ini merupakan bagian dari pelaksanaan perencanaan yang telah dibuat untuk mencapai tujuan besar Indonesia Power. Selain pembinaan sikap dan disiplin, pembinaan mental pun menjadi bagian dari Diklat tersebut dan Pembinaan Motivasi merupakan salah satu kegiatannya. Salah satu Trainer pada pembinaan ini adalah Saeful Zaman, S.Psi, MM. dari Gibasa Consultant.

Sebelum pembinaan dimulai, semua peserta telah berkumpul di lapangan pada pukul 06.30 untuk melakukan upacara. Kemudian pada pukul 07.15 seluruh peserta memasuki ruangan kegiatan.

“INDONESIA POWER!”

“HAHU!”

Tagline tersebut menjadi semangat awal peserta ketika menjalani Pembinaan Motivasi. Pembinaan ini dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB dan dibuka dengan ice breaking. Setelah ice breaking dilakukan, ruangan dipenuhi canda tawa para peserta. Suasana kala itu terasa lebih cair dan peserta terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

Selanjutnya trainer langsung masuk pada isi materi dengan membahas human performance dan produktivitas, dimana motivasi merupakan sub bagian produktivitas yang memiliki bobot 80% dari prestasi tenaga kerja. Maka, kita harus memiliki ilmu dan keterampilan mengenai motivasi.

Pembinaan dilanjutkan dengan membahas motivasi secara mendetail dan bersifat aplikatif, salah satunya adalah langkah-langkah praktis mengenai teknik memotivasi diri. Kemudian trainerpun membahas pencapaian individu melalui Retrospective Activity: Hot Air Balloon, dalam hal ini yang dibicarakan adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai cita-cita, hambatan-hambatannya, tujuan individu di tahun ini, serta apa yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tersebut. Keempat itu dianalogikan sebagai udara dalam balon, karung pasir, tempat tujuan, dan cuaca cerah.

Tidak kalah menarik, sesi selanjutnya peserta diminta untuk mengerjakan Twenty Statement Test (TST) dimana setiap peserta wajib menuliskan 20 pernyataan yang didahului dengan 2 kata “Aku adalah”. Hasil yang diperoleh dari tes ini adalah gambaran bagaimana kita dapat memahami konsep diri dengan mengangkat pandangan tentang diri yang selama ini berada di alam bawah sadar, kemudian dinaikan ke alam kesadaran kita, yang selanjutnya dijadikan patokan gambaran diri saat ini. Sehingga kita menjadi mudah melakukan upaya-upaya peningkatan diri kedepannya, karena kita sudah tahu hal-hal apa saja yang harus dikembangkan dan hal-hal apa saja yang harus segera diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Materi terakhir yang disampaikan yaitu teknik-teknik dan cara berpikir serta berperilaku positif yang dapat diaplikasikan, baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam setting pekerjaan. Pembinaan ini ditutup dengan satu pertanyaan tentang bagaimana peserta mengaplikasikan teknik motivasi ini dalam setting pekerjaan yang kemudian dikumpulkan pada para observer. Peserta mengakhiri pembinaan dengan kondisi yang semakin semangat dan penuh respek.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *