Grow Your Self-Awareness Up and Realize That Personal Development is Always Important

TUNEECAAA? Alhamdulillah! Luar Biasa! Sukses!!

Tiga kata itulah yang diteriakkan para pegawai PT. Bina Fajar Estetika (TUNEECA) ketika nama Tuneeca disebutkan pada in house training yang dilaksanakan tanggal 1 Desember 2016 lalu. Semangat luar biasa tampak pada 50 pegawai yang ditunjukkan dengan antusias hebat saat itu.

Ketika mendengar kata Tuneeca, rasanya langsung terbersit kesan “Wih brand fashion wanita kelas menengah ke atas!” Tepat sekali. Perusahaan yang bergerak di industri garmen sejak tahun 2008 dengan brand Tuneeca ini berhasil mencapai visinya yaitu “Menjadi salah satu barometer trendsetter perusahaan fashion di Indonesia.” Ini dibuktikan dengan Tuneeca yang telah menjadi salah satu trend fashion wanita yang bersaing dengan brand-brand terkenal di Indonesia tepatnya pada tahun 2015. Kemudian Tuneeca kembali berkomitmen untuk mencapai visi terbaru, yaitu “Memberikan pengalaman trendsetter fashion terbaik bagi ibu-ibu muda, wanita karir, remaja, dan semua pemakai di Indonesia serta seluruh dunia melalui invoasi desain, operasi, dan teknologi.” Pada tahun 2020, Tuneeca berkeyakinan dan bersemangat untuk mencapai visi yang sudah dicanangkan.

It is hard to fail, but it is worse never to have tried to succeed.”

– Theodore Roosevelt

That’s so awesome!

Then, what should Tuneeca do to reach the top?  Improve their employee’s soft skills exactly!

Karena visi baru tidak akan tercapai tanpa perjuangan seluruh SDM khususnya para pegawai dengan kinerja yang luar biasa. Maka dari itu, di penghujung tahun 2016 ini PT. Bina Fajar Estetika mengundang Soft Skill Trainer Profesional, bapak Saeful Zaman, S.Psi., MM dari Gibasa Consultant dalam penyelenggaraan training ini. Tujaunnya adalah untuk menumbuhkan self-awareness akan pentingnya pengembangan diri pada para pegawai. Karena sudah disusun program-program training-training pengembangan Hard Skill & Soft Skill yang akan dilakukan di tahun 2017, mendatang sehingga perusahaan berharap agar setiap pegawai sadar akan pentingnya training-training yang dilakukan.

“To become a master at any skill, it takes the total effort of your: heart, mind, and soul working together in tandem.”

― Maurice Young

Training ini dimulai tepat pada pukul 08.00 dan dibuka dengan ice breaking. Selama ice breaking berlangsung, ruangan dipenuhi canda tawa para peserta, bahkan tidak sedikit peserta yang tampak begitu larut dalam proses ice breaking tersebut. Setelah itu? Peserta tampak dapat memulai training ini dengan mood danperasaan yang sama.

Kemudian setelah itu trainer langsung masuk ke dalam inti materi dan membukanya dengan menanyakan kabar peserta dan apa harapannya setelah mengikuti training ini. Dilanjutkan dengan membahaspencapaian visi terbaru Tuneeca lewat Retrospective Activity: Hot Air Balloon, dalam hal ini yang dibicarakan adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai visi, hambatan-hambatannya, tantangan yang akan dihadapi di tahun depan, serta apa yang harus dilakukan Tuneeca untuk menghadapi tantangan-tantangan itu. Keempat itu dianalogikan sebagai udara dalam balon, karung pasir, badai, dan cuaca cerah. Sesi ini dijalani dengan penuh asertif dari peserta, ekspresi penuh harapan pun terlihat dari raut wajah serta gerak para peserta ketika trainer meminta peserta menuliskan setiap gambaran 4 analogi di atas pada note kecil. Selanjutnya note tersebut ditempelkan di white board dan langsung dibahas oleh trainer.

Pukul 10.45 peserta diberi waktu untuk break selama 15 menit dan tepat pukul 11.00 trainer kembali melanjutkan materinya. Pada sesi ini materi yang disampaikan adalah mengenai “Change Paradigm”, disampaikan juga mengenai pentingnya membentuk karakter sukses melalui cara berpikir dan berperilaku positif yang terus diaplikasikan.

We are what we repeatedly do. Excellence, therefore, is not an act but a habit.

– Aristotle

Setelah itu peserta diberi tantangan sebagai bentuk Self-Awareness Exercise dalam training kali ini. Tantangannya adalah menuliskan 25 ide dan cara untuk mengembangkan diri peserta dengan jangka waktu tertentu. Exercise ini menjadi bagian penutup training. Harapannya 25 ide itu menjadi media bagi peserta untuk memetakan target-target yang akan dilakukan kedepannya.

Peserta mengakhiri kegiatan dengan kondisi yang masih semangat dan tampak puas dengan training ini. Begitu juga Ibu Sherly selaku Manager HRD PT. Bina Fajar Estetika yang menyatakan terima kasih dan rasa puasnya terhadap training yang telah diberikan oleh bapak Saeful Zaman dari Gibasa Consultant. “Semoga kedepannya kerja sama ini bisa berlanjut ya, Bu.”

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *