Empowerment Coaching & Counseling Skill for Developing Other

Maklumat Layanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, disampaikan oleh Ibu direktur  Hj. Betty Suprapti, SKp, M.Kes dalam pembukaan Workshop Coaching & Counseling Training di Fave Hotel Hyper Square Bandung, 20 April 2017 lalu, yaitu menghasilkan lulusan yang Profesional dan berdaya saing dengan ciri-ciri:

  1. Bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Kompeten dalam bidangnya;
  3. Mempunyai jiwa self development;
  4. Beretika.

Atas dasar itu pula, kegiatan dengan tema “Empowerment Skill for Developing Other” ini diselenggarakan dengan nara sumber bapak Saeful Zaman, S.Psi., MM. Di tataran pelaksanaannya, upaya agar para lulusan mampu memiliki ciri-ciri tersebut mutlak membutuhkan kinerja optimal dari para dosen wali sebagai garda terdepan dalam pembinaan mahasiswa.

Kegiatan dimulai dengan ice breaking yang berhasil memecah kebekuan diantara peserta dengan permainan terapi tangan,sehingga suasana hangat, santai, dan nyaman bisa terasa oleh seluruh peserta.

Selanjutnya mulai masuk pada bagaimana proses coaching & counseling pada mahasiswa bermasalah diterapkan dalam setting pendidikan mulai dari proses rujukan mahasiswa yang bersangkutan/teman/dosen pengajar pada dosen wali, yang seterusnya dapat dirujuk kembali ke ahli yang berkompeten seperti psikolog, dokter, psikiater, atau bahkan ke ahli agama sesuai dengan kondisinya.

Jika tidak ada yang merujuk, maka peran dosen wali untuk dapat melakukan observasi dengan tepat. Bagan di bawah ini menjadi acuan alat observasi para dosen wali.

Di pertengahan materi, nara sumber memperkuat bahasannya melalui simulasi untuk mempertajam kualitas kemampuan yang harus dimiliki oleh para dosen wali sebagai coach atau counselor, sehingga para peserta dapat lebih menghayati proses ini sebagai bagian dari tanggungjawabnya.

Akhir pertemuan peserta dibekali tools Johari Window sebagai alat untuk dapat menggali profil kepribadian mahasiswa baik dari perspektif mahasiswanya sendiri maupun rekan-rekan terdekatnya, sekaligus sebagai alat untuk proses monitoring dan evaluasi atas rencana perubahan dan perbaikan diri mahasiswa yang bersangkutan.

Secara menyeluruh kegiatan ini diikuti dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Hal ini ditandai dengan aktifnya peserta bertanya di setiap sesi, mengungkapkan kondisi yang dialaminya, serta memberikan masukan pada peserta lain.

Workshop ini diakhiri dengan pemberian plakat dari pihak Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya kepada narasumber, dan menyerahan kenang-kenangan berupa buku dari pihak narasumber kepada pihak Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Kemudian ditutup dengan photo session seluruh peserta bersama narasumber.

        

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *