Buku Bila Rasulullah Bertamu Ke Rumahmu

Bila Rasulullah  Bertamu Ke Rumahmu Penerbit Media PerubahanSebagai refleksi buku ini mencoba memantul-mantulkan kebodohan saya (penulis) di hadapan hadits dan realitas. Saya sungguh tak berniat untuk menyindir siapapun, saya teramat bodoh — bahkan masuk ke level bodoh pun saya belum sampai–. untuk menjadi penilai orang lain.

Buku ini adalah ketersengatan saya menemukan beberapa tulisan, puisi dan ziarah saya pada realitas saya dan kehidupan saya. Ketersengatan itu bertambah ketika ada karikatur Rasulullah Muhammad yang luar biasa menghina keagungan Manusia Tersuci ini. Tak pantas rasanya menemukan gambar “seorang lelaki Arab” (yang diberi nama Mohammed)  dengan rupa yang tak jelas, namun sedang melakukan hal tak senonoh, atau di atas surbannya ada sebuah bom yang siap meledak. Ini benar-benar menyesakkan.

Karikatur adalah teknik gambar yang sengaja merubah ciri khas seseorang untuk mempermainkan orang itu. Kalau menilik batasan ini, tentulah gambar-gambar itu tak sah disebut sebagai karikatur. Sebab, tak seorang pun tahu bagaimana rupa Rasulullah Muhammad. Tak ada satupun gambar tentang beliau, jadi pastilah seluruh gambar itu isapan jempol yang tak bertanggung jawab. Namun gambar itu sekaligus menyajikan kesadaran yang menyesakkan, yaitu bahwa karikatur itu dibuat tidak dengan merujuk pada ciri khas yang dimiliki fisik Rasulullah; gambar itu dibuat dengan merujuk pada perilaku ummatnya, perilaku saya. Kalau begitu, karikatur itu bersumber dari ciri-ciri khas saya yang gampang meletupkan amarah. Jadi gara-gara saya yang tak pantas, lalu Rasulullah yang mendapatkan penghinaan. Tidak… saya tak bisa tidak marah kepada mereka, saya akan marah pada mereka dengan cara menunjukkan kebalikan dari persangkaan mereka. Saya akan menunjukkan bahwa menjadi Muslim yang mencintai Rasulullah adalah menjadi manusia yang berperadaban, penuh kasih sayang, dan tak gampang terpancing umpan murahan seperti karikatur jelek itu. Saya justru bertekad menghadirkan Rasulullah dalam kehidupan keseharian, lebih intens dari sebelumnya.

Penulis: Dr. Bambang Q-Anees, M.Ag. – Penerbit: Media Perubahan

 

Penulis Buku Bila Rasulullah Bertamu Ke Rumahmu Terbitan Media Perubahan Publishing House Office

Bambang Qomaruzzaman Anees

Kepada Q-Anees

Salam

Berbahagialah, karena Anda satu-satunya orang di muka bumi ini yang akan menjadi tuan rumah paling mulia. Rasulullah akan datang bertamu padamu. Sehari dua barangkali akan menginap. Lakukan apa yang perlu dipersiapkan

Salam


PANITIA MUHIBBAH RASULULLAH

Ini pasti iseng, begitu pikirku. Ada salah satu temanku yang sengaja mengisengi diriku. Mereka biasa melakukan itu, demi kesegaran gelak tawa mereka, begitu membayangkan saya menanggapi surat ini dengan serius. Surat itu saya biarkan saja tergeletak di ruang kerja. Tak pernah kuusik. Dan saya tetap berlaku seperti biasa, tanpa rasa malu melakukan segala hal.

Tetapi bayangan surat itu terus saja mengikuti pikiranku. Bagaimana, bila Muhammad Rasulullah benar-benar bertamu ke rumahku? Jawaban pertama, pastilah tidak mungkin.  Muhammad Rasulullah telah wafat sekian abad lamanya, jadi tak mungkinlah dia datang mengetuk pintu rumahku dan bilang, “Hai Anees, aku ingin menginap!” Kalau saja ia benar-benar datang, bagaimana pula saya dapat mengenali paras wajahnya. Konon wajahnya begitu terang benderang, penuh senyum yang menyejukkan siapapun yang memandang. Tubuhnya juga semerbak mewangi, wangi yang khas, wangi yang menggembirakan. Benarkah beliau akan datang ke rumahku? Sudahlah, pikiranku langsung memotong angan-angan, surat itu hanya omong kosong belaka.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *