Posted on Leave a comment

THE RIGHT WAY FOR GOVERNMENT OFFICER WITH THE BEST CAPACITY AND CAPABILITY

motivator psikologi,pembiccara bandung,motivator bandung

Kali ini permintaan untuk mengisi kegiatan Training datang dari negara tetangga, yaitu Timor Leste. Timor Leste yang sempat menjadi bagian dari Indonesia saat ini sedang berbenah menjadi bangsa yang mandiri dan maju dalam berbagai aspek kehidupannya, terus berupaya melakukan berbagai inovasi termasuk dalam hal menyiapkan para pegawai negeri yang memiliki kapasitas dan kapabilitas sesuai dengan tuntutan tugas-peran serta sekaligus dimulainya proses pembangunan manusia Timor Leste yang sehat secara psikologis, khususnya bagi para pegawai negerinya. Dan semua itu dimulai dari proses rekrutmennya.

Untuk mendapatkan calon pegawai yang tepat, pemerintah Timor Leste melalui konsultan Empowering with Tebedai Solutions yang dipimpin oleh Mr. Zofimo Hanjan Corbafo memandang bahwa Perspektif Psikologi sangat diperlukan dalam tahapan proses rekrutmen. Untuk itulah lembaga konsultan tersebut mengundang Bapak Saeful Zaman, S.Psi., MM dan Ibu Aundriani Libertina, S.Psi., M.Psi dari Gibasa Consultant untuk dapat berbagi ilmu dan pengalamannya mengenai perspektif Psikologi dalam proses rekrutmen di Badan Kepegawaian Negara Timor-Leste.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan metakognisi mengenai Change Paradigm sebagai langkah awal peserta untuk bersiap melakukan perubahan. Perubahan dasar yang mengarah pada kesadaran bahwa bekerja adalah implementasi ibadah; Bekerja sesuai peraturan per-UU-an yang berlaku; Optimis; Memiliki semangat pengabdian; Idealis; Kreatif yang Positif; Kooperatif; Kerja Cerdas; Terbuka; Jujur; Tekun; dan Loyal. Melalui pendekatan simulasi, di sesi ini peserta tergugah untuk mau melakukan evaluasi diri mengenai perasaan, sikap dan tindakannya selama menjadi pegawai negeri khususnya sebagai rekruter, kemudian diungkapkan di depan forum untuk diperbaiki yang negatif dan dikembangkan yang positifnya.

Selanjutnya masuk ke konten utama, yaitu mengenai bagaimana perspektif Psikologi digunakan dalam proses rekrutmen. Pembahasan ini dikemas dengan menarik sehingga membuka mata para peserta. Selain itu, peserta juga merespon dengan banyak pertanyaan yang diajukan baik terkait proses rekrutmen yang dapat diefesiensikan dengan pemilahan CV yang tidak memenuhi syarat awal maupun kemampuan rekruter dalam memahami job profiling dan menggunakan job description – job requirement untuk mendapat gambaran seperti apa pekerjaan yang vacant.

Selanjutnya dilakukan role play antar peserta untuk lebih dapat memahami proses rekrutmen yang efektif dengan cara saling memberikan feedback di setiap sesinya dan kemudian disimpulkan serta disepakati teknik terbaik yang bisa dilakukan sesuai konteks masyarakat Timor Leste.

Konten yang mendapat perhatian besar lainnya adalah mengenai bagaimana meningkatkan kemampuan membaca bahasa tubuh calon kandidat untuk memperkuat hasil interview-nya.

Seluruh rangkaian sesi Training ini diikuti dengan antusiasme yang tinggi, karena dilakukan dengan pendekatan adult learning dan dengan berbagai pendekatan games, simulation, role playing, dan tayangan video.

Apresiasi dari pemerintah Timor Leste, ternyata berlanjut pada kebutuhan program-program berikutnya yang harus segera dirancang untuk ditindaklanjuti. Program-program yang kami niatkan sebagai wujud Psikologi Bagi Bangsa Indonesia, ternyata dapat diterima sekaligus dibutuhkan bangsa Timor Leste, masya Allah.

 

Posted on Leave a comment

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA LPKIA 2017

Ahad, 19 Februari 2017 LPKIA Bandung menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dengan peserta yang terdiri dari anggota BEM, BPM, HIMA, dan Ketua Kelas. Pagi hari yang dingin tak sedikit pun menyurutkan antusiasme peserta LDK yang berjumlah 77 orang untuk berbondong-bondong datang ke Cantigi Camp di daerah Cileunyi, Bandung. Sesi pagi kegiatan ini dipimpin langsung oleh Motivator Psikologi Bapak Saeful Zaman, S.Psi., MM dengan yel yel LDK dan LPKIA.

 

Selanjutnya dilakukan proses review dari pertemuan sepekan sebelumnya yang membahas tentang pentingnya perencanaan, persiapan, totalitas dalam proses, dan evaluasi. Review ini berlangsung secara interaktif antar para peserta yang saling mengutarakan pembelajaran tentang pentingnya aspek kepemimpinan dalam proses kerja sama yang didapat di sesi sebelumnya.

Hasil review mengantarkan peserta untuk dapat mengaplikasikannya dalam simulasi yang sudah disiapkan sebelumnya. Simulasi pertama adalah pembentukan kelompok secara random dan instan. Pada simulasi ini peserta dihadapkan pada situasi yang harus secepatnya beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan tugas membuat nama kelompok yang disertai filosofi serta yel-yel kelompok kecil. Hasilnya menakjubkan! Hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit, semua kelompok mampu menyelesaikan tugasnya dengan kreatif dan inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa jika dalam situasi yang kondusif, sebenarnya kita mampu melakukan tugas dengan cepat dan tepat. Maka kekondusifan inilah yang seharusnya menjadi langkah awal untuk dipersiapkan tatkala kita akan mengerjakan suatu tugas.

“IT’S WONDERFUL, CONDUCIVE TO LEARNING, BRIGHTER, CLEANER.” – Susan White

Tugas berikutnya adalah simulasi mengalirkan air dari kolam ke botol melalui media gelas yang telah dilubangi. Setiap kelompok yang terdiri dari 7-8 peserta. Setiap peserta melakukannya dengan penuh semangat sehingga dapat terselesaikan dalam waktu yang relatif bersamaan. Simulasi ini diakhiri dengan sesi debrief sebagai proses internalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam simulasi tersebut yang kemudian dapat diterapkan dalam organisasinya masing-masing.

Simulasi berikutnya yaitu flying carpet. Pada simulasi ini peserta LDK terlihat semakin meningkat tensi kompetisinya dan terus berusaha untuk menjadi kelompok yang terbaik. Seperti simulasi sebelumnya, sesaat setelah simulasi ini pun peserta melakukan proses debrief untuk merefleksikan perasaan, hambatan, dan faktor-faktor yang menunjang keberhasilannya dalam simulasi yang telah dilakukan.

Puncak kompetisi antar kelompok terjadi di simulasi berikutnya, yaitu Line Making. Pada simulasi ini tugas kelompok adalah membuat tali sepanjang-panjangnya dengan apapun yang menempel di tubuh peserta. Pengorbanan peserta terlihat sekali di simulasi ini, sehingga tidak sedikit peserta laki-laki yang membuka baju luarnya untuk dijadikan tali, bahkan tubuh peserta sendiri akhirnya dijadikan sebagai media tali juga.

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) LPKIA ini diakhiri dengan simulasi Lap Sit dimana setiap peserta duduk di pangkuan rekan yang ada di belakangnya. Hal ini merupakan pembuktian bahwa dengan bersama kita bisa.

“Sering kita dengar bahwa kita harus belajar dari pengalaman, tapi lantas kesulitan untuk mengaplikasikannya. Belajar dari pengalaman bisa terjadi jika seseorang yang mengalami itu mengkritisi aktivitasnya, merumuskan insight-insight dalam analisanya, baru kemudian menempatkan hasilnya di perbuatan berikutnya.” (Saeful Zaman)

Posted on Leave a comment

Menuju Indonesia Power yang Disiplin, Tangguh, Solid, Respek, Tanggung Jawab, dan Cinta Tanah Air

 “PAGI!”

“Indonesia Power! Antusias! Luar Biasa! Mantap!”

“PAGI!”

“Indonesia Power! Antusias! Luar Biasa! Mantap!”

Pagi itu Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (PUSDIKAJEN) Lembang digetarkan oleh teriakan dan semangat para calon pegawai Indonesia Power dalam kegiatan Diklat Pembinaan Sikap, Mental, dan Disiplin Prajabatan PT. Indonesia Power tahun 2017 yang berjumlah kurang lebih 500 peserta.

INDONESIA POWER itu apa sih? Indonesia Power adalah perusahaan pembangkit listrik yang merupakan anak perusahaan dari PT. PLN (Persero). Dalam usahanya menjamin pasokan listrik bagi penduduk Jawa dan Bali serta sebagian Sumatera sesuai amanat yang diemban dan melakukan pengembangan portofolio bisnis Perusahaan di seluruh wilayah Indonesia, Indonesia Power selalu berusaha menerapkan prinsip tata kelola yang baik, kerja sama yang harmonis, dan tak lupa prinsip menjaga kelestarian alam pun ditegakkannya demi terjaganya keserasian aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, Indonesia Power juga bertujuan menjadi World Class Service Company yang dapat dicapainya di masa yang akan datang.

That’s a great dream exactly!

Lantas apa yang perlu dipersiapkan? Calon pegawai yang luar biasa!

“A goal without a plan is just a wish.”
― Antoine de Saint-Exupéry

Ya, segala sesuatu akan selalu membutuhkan perencanaan, dan Diklat calon pegawai yang dilakukan selama 10 hari berturut-turut ini merupakan bagian dari pelaksanaan perencanaan yang telah dibuat untuk mencapai tujuan besar Indonesia Power. Selain pembinaan sikap dan disiplin, pembinaan mental pun menjadi bagian dari Diklat tersebut dan Pembinaan Motivasi merupakan salah satu kegiatannya. Salah satu Trainer pada pembinaan ini adalah Saeful Zaman, S.Psi, MM. dari Gibasa Consultant.

Sebelum pembinaan dimulai, semua peserta telah berkumpul di lapangan pada pukul 06.30 untuk melakukan upacara. Kemudian pada pukul 07.15 seluruh peserta memasuki ruangan kegiatan.

“INDONESIA POWER!”

“HAHU!”

Tagline tersebut menjadi semangat awal peserta ketika menjalani Pembinaan Motivasi. Pembinaan ini dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB dan dibuka dengan ice breaking. Setelah ice breaking dilakukan, ruangan dipenuhi canda tawa para peserta. Suasana kala itu terasa lebih cair dan peserta terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

Selanjutnya trainer langsung masuk pada isi materi dengan membahas human performance dan produktivitas, dimana motivasi merupakan sub bagian produktivitas yang memiliki bobot 80% dari prestasi tenaga kerja. Maka, kita harus memiliki ilmu dan keterampilan mengenai motivasi.

Pembinaan dilanjutkan dengan membahas motivasi secara mendetail dan bersifat aplikatif, salah satunya adalah langkah-langkah praktis mengenai teknik memotivasi diri. Kemudian trainerpun membahas pencapaian individu melalui Retrospective Activity: Hot Air Balloon, dalam hal ini yang dibicarakan adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai cita-cita, hambatan-hambatannya, tujuan individu di tahun ini, serta apa yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tersebut. Keempat itu dianalogikan sebagai udara dalam balon, karung pasir, tempat tujuan, dan cuaca cerah.

Tidak kalah menarik, sesi selanjutnya peserta diminta untuk mengerjakan Twenty Statement Test (TST) dimana setiap peserta wajib menuliskan 20 pernyataan yang didahului dengan 2 kata “Aku adalah”. Hasil yang diperoleh dari tes ini adalah gambaran bagaimana kita dapat memahami konsep diri dengan mengangkat pandangan tentang diri yang selama ini berada di alam bawah sadar, kemudian dinaikan ke alam kesadaran kita, yang selanjutnya dijadikan patokan gambaran diri saat ini. Sehingga kita menjadi mudah melakukan upaya-upaya peningkatan diri kedepannya, karena kita sudah tahu hal-hal apa saja yang harus dikembangkan dan hal-hal apa saja yang harus segera diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Materi terakhir yang disampaikan yaitu teknik-teknik dan cara berpikir serta berperilaku positif yang dapat diaplikasikan, baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam setting pekerjaan. Pembinaan ini ditutup dengan satu pertanyaan tentang bagaimana peserta mengaplikasikan teknik motivasi ini dalam setting pekerjaan yang kemudian dikumpulkan pada para observer. Peserta mengakhiri pembinaan dengan kondisi yang semakin semangat dan penuh respek.